💡

Here Comes The Rain

Mei 13, 2020
Hujan di malam hari memang waktu yang sangat pas untuk merenungi kesalahan di masa lalu, namun juga waktu yang sangat pas untuk menenangkan pikiran bagi sebagian orang.


Banyak cara orang-orang menikmati hujan di malam hari, ada yang mengapresiasinya dengan berpuisi tentang hujan, ada juga yang mengaku sedih mengatakan "suatu malam datang hujan dan membawaku pada kerinduan terhadap kekasih tercinta".


Hujan di malam hari seringkali membawa melankolia di dalam hati, entah karena hawa dingin membuat diri seseorang nyaman, kemudian memancing ingatannya tentang hal-hal berkaitan kepada suatu hal yang selalu membuat ia nyaman itu, bisa jadi kekasih, makanan, atau momen kebersamaan keluarga.


Hujan di malam hari juga seringkali membawa tangis yang teramat pedih, entah karena bunyi derasnya air yang turun, petir menyambar, hawa yang dingin dapat membuat perasaan seseorang semakin sunyi kemudian merasa semakin sadar bahwa dirinya kesepian.


Namun hujan tetaplah hujan, mau bagaimanapun seseorang memaknainya. Hujan hanyalah proses alami kehidupan. Malam hari juga merupakan proses yang alami di bumi ini, suatu hal yang biasa-biasa saja sebenarnya. Namun romantisme hujan dan malam hari masih terus populer karena Para pujangga suka betul dengan hujan.


Manusia sungguh menakjubkan, mereka mampu menghadirkan makna hujan menurut masing-masing subjek. Makna itu terbentuk dari pengalaman hidup, serta kesadaran manusia terhadap kehidupannya. Manusia akan selalu tergerak mengarang dan mencari maknanya sendiri tentang bagaimana kehidupan baginya.


Belajar dari cara orang-orang menikmati hujan, kita jadi tahu bahwa manusia dalam menghadapi absurditas kehidupan, ia tergerak menciptakan maknanya sendiri tentang hujan. Manusia tergerak menciptakan maknanya sendiri tentang segala sesuatu yang ia alami.


Sekarang individu kurang menghargai subjektivitas dirinya, di tengah kerumunan dan hiruk pikuk kehidupan semu yang ditampilkan di media sosial. Individu sering lupa untuk hidup, atau sekedar menikmati hujan menghargai subjektivitas dirinya. Perlu keberanian serta tanggung jawab menghadapi kehidupan yang absurd ini, kita dituntut memiliki kejernihan berpikir secara subjektif.


Yes, there were times, I'm sure you knew
When I bit off more than I could chew
But through it all, when there was doubt
I ate it up and spit it out
I faced it all, and I stood tall
And did it my way

Frank Sinatra - My Way