πŸ’‘

Malam-malam Aku SEEENDIRII

Mei 04, 2020
Listrik padam laptop bermasalah dua biji tak bisa dilanjutlan proses perbaikannya, hatiku kacau namun berusaha tenang mengendalikan emosi, perasaanku mudah tersinggung ketika mengkhawatirkan hal didepan yang akan terjadi, kondisi pikiranku merubah gaya hidup, persepsi, dan banyak hal menyebabkan akal sehatku terdistorsi ketika secara emosionalku sedang buruk, biasanya untuk menghadapi masa ini aku akan terus memberontak berbagai pikiran negatif yang muncul, dengan melawan pikiran itu, atau mencari pelarian hingga perlahan berubah.


Adakalanya tiba-tiba membaik, ada juga yang membaik sedikit dan kemudian memunculkan kemarahan besar dan kebencian kepada diri sendiri, lalu kemarahan itu mengalahkan kecemasan, merasa sangat overpower, begitu careless dengan apapun dan sanggup menerima what happen happen, saat seperti itu aku merasa tenang, dalam hati berharap agar aku selalu seperti itu saja.


Aku tau orang lain juga ada yang menghadapi masalah yang mirip denganku, aku harap mereka yang sepertiku atau lebih buruk dariku juga bisa lebih kuat dariku sehingga tak ada orang yang mengalami kesusahan sepertiku, ini bukan perkara sepele bagiku, dari pengalamanku setidaknya di tahun 2017 aku menulis tulisan ini, banyak orang menganggap remeh kesehatan mental, kuharap dimasa yang akan datang semoga makin banyak mereka yang aware bahwa, kesehatan mental juga sama harus diperhatikan seperti kesehatan fisik, karena keduanya hal fisik dan mental saling berhubungan, dan diperlukan juga lingkungan sosial yang suportif untuk hal ini.[1]


Penyebab dan cara menyembuhkan masalah diriku ini memang belum kuketahui betul jurus andalannya, namun harus tetap kuhadapi perjalanan mengenali menghadapi diri sendiri, dan akhirnya jika memang tak hilang sepenuhnya, kuharap bisa kukendalikan dan menjadi bagian diriku yang bisa kuanggap wajar. dan disinilah aku terlahir kedunia terlalu takut, hidup sebagai manusia lemah, namun tetap kujalani hingga kini. *wqwq sok edji ywdh gpp*


Tapi krisis eksistensial ini nikmat juga, terkadang rasa sakit juga bukan hal buruk untuk dirasakan, karena kesenangan tanpa rasa sakit juga bukan hidup yang ideal, sekarang kisah Sisifus sangat berkesan bagiku tak tau jika nanti, Sisifus terus mendorong batu keatas gunung, kemudian akhirnya batu itu bergulir jatuh lagi, dan mendorongnya lagi sampai keatas itulah bagaimana Sisifus menjalani hidup.


Perjuangan itu sendiri... sudah cukup untuk mengisi hati manusia. Kita harus membayangkan bahwa Sisifus berbahagia.